SLB Negeri Cipatujah adalah satuan pendidikan khusus berstatus negeri yang terletak di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Sekolah Luar Biasa (SLB) ini didirikan pada tanggal 15 Mei 2017 untuk memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Tasikmalaya Selatan.
Administrasi Membengkak, Kegiatan Belajar Minim: LPJ Dana BOSP SLB di Cipatujah Disorot Kab. Tasikmalaya –
Laporan penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) pada salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kecamatan Cipatujah mulai menjadi sorotan publik setelah muncul sejumlah angka penggunaan anggaran yang dinilai tidak rasional dan memunculkan tanda tanya besar.
Berdasarkan data laporan realisasi Dana BOSP tahun 2025 yang diterima redaksi, sekolah tersebut tercatat menerima dana sebesar Rp233.415.000 pada tahap Januari 2025 dan kembali menerima Rp233.415.000 pada tahap Agustus 2025, dengan jumlah siswa penerima sebanyak 133 orang.Namun dari rincian penggunaan anggaran, terdapat sejumlah pos yang dinilai janggal karena nominalnya sangat besar dibanding kebutuhan riil sekolah dan jumlah peserta didik.Sorotan utama tertuju pada pos “administrasi kegiatan sekolah” yang mencapai Rp122.166.500 pada tahap pertama dan Rp89.995.500 pada tahap kedua. Jika dijumlahkan, anggaran administrasi dalam satu tahun mencapai lebih dari Rp212 juta.
Besarnya angka tersebut menimbulkan pertanyaan publik, mengingat administrasi sekolah umumnya hanya meliputi kebutuhan alat tulis kantor, fotokopi, rapat, dan operasional ringan lainnya.Tak hanya itu, anggaran “pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah” juga tercatat sangat tinggi, yakni Rp100.968.800 pada tahap pertama dan Rp69.103.800 pada tahap kedua atau total sekitar Rp170 juta.Ironisnya, di tengah besarnya alokasi administrasi dan sarana, anggaran untuk “kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler” justru tercatat sangat kecil. Pada tahap pertama hanya Rp564.700 dan tahap kedua Rp115.700.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya ketidakseimbangan prioritas penggunaan dana pendidikan, terlebih SLB merupakan lembaga pendidikan yang menangani siswa berkebutuhan khusus dan seharusnya berorientasi pada peningkatan layanan belajar.
Selain itu, pos “langganan daya dan jasa” tercatat Rp0, begitu pula “pembayaran honor” yang juga nihil. Padahal secara logika operasional, sekolah tetap menggunakan listrik, air, maupun layanan penunjang lainnya.Pos “pengembangan perpustakaan” sebesar Rp46.690.000 serta “penyediaan alat multimedia pembelajaran” Rp22.970.000 juga dinilai perlu diuji melalui pengecekan fisik barang dan kesesuaian harga pasar.
Sejumlah pemerhati pendidikan menilai kondisi tersebut layak diaudit lebih mendalam guna memastikan penggunaan Dana BOSP benar-benar sesuai kebutuhan siswa dan tidak sekadar formalitas laporan administrasi.“Kalau administrasi lebih besar daripada kegiatan belajar siswa, tentu publik berhak bertanya.
Dana pendidikan itu semestinya lebih dominan menyentuh kebutuhan pembelajaran,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan penjelasan resmi terkait rincian penggunaan anggaran tersebut.
Publik kini menunggu transparansi dan klarifikasi dari pihak sekolah maupun instansi terkait agar tidak muncul asumsi liar di tengah masyarakat mengenai dugaan mark up, pengadaan fiktif, ataupun ketidaksesuaian realisasi dengan kondisi nyata di lapangan.
Rp 233.415.000Jumlah dana yang diterima sekolah Sedang Disalurkan StatusJumlah Siswa Penerima133Tanggal Pencairan 22 Januari 2025
Rincian Penggunaan penerimaan Peserta Didik baru Rp 0.pengembangan perpustakaan Rp 0. kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 564.700. kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 350.000 administrasi kegiatan sekolah Rp 122.166.500.
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 9.365.000
langganan daya dan jasa Rp 0
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 100.968.800
penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 0
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan ke bekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Rp 0 penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian.
sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB Rp 0
pembayaran honor Rp 0
Total Dana Rp 233.415.000.
233.415.000 Jumlah dana yang diterima sekolah Sedang Disalurkan
Status Jumlah Siswa Penerima 133 Tanggal Pencairan 27 Agustus 2025. Rincian Penggunaan penerimaan Peserta Didik baru Rp 0
pengembangan perpustakaan Rp 46.690.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 115.700
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 4.540.000
administrasi kegiatan sekolah Rp 89.995.500
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 0
langganan daya dan jasa Rp 0
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 69.103.800
penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 22.970.000
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri,
pemantauan ke bekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB Rp 0
pembayaran honor Rp 0 Total Dana Rp 233.415.000
Liputan Tim investigasi Redaksi










