Dua Prajurit Israel Tewas Keturunan Minahasa Dalam Pertempuran Di Libanon GAZA

banner 468x60

Dua Prajurit Israel Keturunan Minahasa Dilaporkan Tewas dalam Pertempuran di Gaza dan Lebanon.

Mktipikor.id||TEL AVIV – Dunia internasional tengah menyoroti kisah tragis dua bersaudara kembar keturunan Minahasa, Sulawesi Utara, yang tewas saat bertugas untuk Angkatan Pertahanan Israel (IDF). Sersan Kelas Satu Gary Lalharwanikima Zolat dan saudara kembarnya, Emmanuel Zolat, dilaporkan gugur di dua medan tempur berbeda dalam waktu yang berdekatan.

Keduanya merupakan bagian dari komunitas Bani Menashe, kelompok yang meyakini diri sebagai salah satu dari “Suku Terhilang Israel” yang sempat bermukim di Nusantara, khususnya di wilayah Minahasa, sebelum melakukan repatriasi ke Israel.Kronologi Gugurnya Gary Zolat di Jalur Gaza.Gary Zolat (21) menjadi yang pertama gugur dalam tugas.

Anggota Brigade Kfir dari Batalyon Shimshon (Unit 92) ini tewas dalam sebuah insiden ledakan di Jalur Gaza Utara.Pihak militer Israel melaporkan bahwa Gary tewas bersama tiga rekan unitnya. Hingga saat ini, investigasi masih dilakukan untuk memastikan apakah ledakan tersebut dipicu oleh rudal anti-tank atau perangkat peledak improvisasi (IED) yang dipasang oleh milisi setempat. Gary diketahui bermukim di kota Afula sejak 2014 setelah sebelumnya tinggal di Sderot.

Emmanuel Zolat: Misi Balas Dendam yang Berakhir Tragis.Kematian Gary meninggalkan duka mendalam bagi saudara kembarnya, Emmanuel Zolat. Alih-alih menarik diri dari garis depan, Emmanuel justru mengajukan diri secara sukarela untuk bergabung ke unit yang sama dengan mendiang kakaknya.”Aku ingin melanjutkan jejak saudaraku, menyelesaikan perjalanannya, dan membalas dendam kepada mereka yang telah merenggutnya saat ia membela negara ini,” ujar Emmanuel dalam pernyataan resminya sebelum dikabarkan tewas.

Namun, misi tersebut berakhir duka. Emmanuel dilaporkan tewas baru-baru ini dalam sebuah operasi penyerangan di wilayah Lebanon Selatan. Ia dikonfirmasi gugur seketika setelah terkena ledakan alat peledak dalam pertempuran jarak dekat.Latar Belakang dan Kontroversi.Kisah si kembar Zolat memicu perdebatan luas, terutama di tanah air. Meski secara silsilah memiliki akar budaya dari Minahasa, status kewarganegaraan dan keputusan mereka untuk mengabdi pada militer asing menjadi sorotan sensitif bagi publik Indonesia.

Indonesia sendiri secara konstitusional tidak mengakui kedaulatan Israel dan tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Fenomena komunitas keturunan Nusantara yang memilih kembali ke Israel dan bergabung dengan militer (IDF) sering kali memicu diskursus mengenai identitas nasional dan posisi politik Indonesia di kancah global.Pungkasnya”(Arwis)

Sumber: The Jerusalem Post / Analisis Berita Nasional

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *